Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Ladang Minyak Afganistan 1,8 Miliar Barel Ditemukan

Kabul - Sebuah ladang minyak ditemukan di wilayah utara Afghanistan dengan perkiraan kandungan minyak 1,8 miliar barel. Ladang minyak ini terletak di antara segitiga kawasan Balkh, Hairatan dan Shuburghan.

Demikian jurubicara Kementerian Pertambangan Afghanistan Jawad Omar seperti dilansir De Telegraaf, Minggu (15/8/2010).

Ini merupakan temuan ladang minyak keenam di Afghanistan. Ladang minyak terbesar ditemukan di bawah Sungai Amu Darja, dekat perbatasan dengan Uzbekistan dan Tajikistan.

Sebelumnya Menteri Pertambangan Wahidullah Shahrani pada Juni lalu mengatakan bahwa pihaknya telah berbicara dengan Total (Prancis), ENI (Italia) dan Heritage Oil (Kanada) mengenai eksploitasi ladang-ladang minyak di negerinya.
Read More → Ladang Minyak Afganistan 1,8 Miliar Barel Ditemukan

Pohon Buatan Yang Bisa Menyerap Karbondioksida

Cara Kerja Pohon Sintetis



IDE brilian bisa datang dari mana saja. Untuk tugas sekolah, sepuluh tahun lalu, Klaus Lackner menyarankan anak perempuannya membuat penyerap debu. Ternyata tugas sekolah sang anak memantik profesor geofisika di Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu berpikir lebih jauh.

Dia lantas merancang alat penyerap karbon dioksida dari polusi kendaraan bermotor dan pabrik. Dinamai "pohon sintetis", alat itu bisa menyerap CO2 seribu kali lipat dari pohon alam.

Kini Laboratorium Global Research Technologies, Colorado, mengembangkan pohon sintetis berbahan aluminium. Dan Komisi Energi Amerika telah menyetujuinya. “Tujuan akhir proyek ini adalah menyingkat 100 ribu tahun penyerapan polusi oleh pohon menjadi 30 menit saja," kata Lackner kepada CNN pekan lalu.

Bentuk pohon sintetis mirip antena penyerap sinar ultraviolet--berukuran 30 x 5 meter. Dasar kerjanya sama, yakni menghadang karbon dioksida di udRata Penuhara. Seperti pohon asli, panel Lackner mampu mengembuskan oksigen. Sisa karbon bisa dipakai untuk mesin pengeboran minyak lepas pantai, hidrokarbon, atau avtur.

Satu pohon sintetis bisa menyerap karbon dioksida seluas satu hektare, atau setara dengan 90 ribu ton CO2 (emisi dari 15 ribu mobil) dalam setahun. Jika pohon sintetis bisa diproduksi massal dan efektif bekerja di negara-negara maju, emisi karbon di dunia bisa berkurang setidaknya seperlimanya.

Setiap tahun ada 29 miliar ton karbon dioksida terpompa ke atmosfer: 80 persen berasal dari kendaraan bermotor. Setiap 1 gram bensin menghasilkan 3,14 gram karbon dioksida. Di Indonesia, konsumsi bensin per tahun mencapai 584 juta barel per tahun. Artinya, ada 291,5 juta ton karbon dioksida yang kita hasilkan dalam satu tahun.
Read More → Pohon Buatan Yang Bisa Menyerap Karbondioksida

SpacePort Amerika : Airport pesawat luar angkasa pertama di dunia

SpacePort Amerika
Seiring dengan mulai banyak perkimpoian di luar angkasa, sebuah aiport untuk jeni pesawat yang akan terbang ke angkasa juga sudah mulai dibuat.

Spaceport America adalah airport pertama di dunia khusus pesawat angkasa. Airport ini nantinya akan menjadi tempat persinggahan semua pesawat angkasa termasuk pesawat angkasa kormesial seperti milik Virgin Galatic dan lainnya.


Spaceport akan dibangun di lahan seluas 62.245 m2 sedangkan luas terminal sendiri sekitar 10.233 m2 dan lokasinya sendiri nanti akan berada di Amerika, tepatnya di New Mexico.

Dengan disain yang sangat futuristik ini, Spaceport nantinya juga akan menggunakan sumber energi alternatif seperti panel surya yang dipasang dibagian atap serta pemanfaatn teknologi thermal untuk menghasilkan udara dingin/ panas di dalam ruangan yang bisa mengurangi penggunaan AC (di musim panas) ataupun heater (di musim dingin).


Pembangunan tiang pancang pertama untuk Spaceport akan dimulai besok tanggal 19 Juni ini tetapi tidak ada informasi kapan Spaceprt akan selesai.

Waduh, apa nanti akan dikeluarkan tiket murah juga yah untuk pergi ke angkasa?? Tidak masalah deh kalau tidak dikasih makan atau minum.
Read More → SpacePort Amerika : Airport pesawat luar angkasa pertama di dunia

Misteri Bilangan Nol


Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang. Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. Mari kita lihat.

Nol, penyebab komputer macet

Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mengapa? Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Siapa yang tidak bingung? Tiap kali bilangan nol muncul dalam pelajaran Matematika selalu ada ide yang aneh. Seperti ide jika sesuatu yang ada dikalikan dengan 0 maka menjadi tidak ada. Mungkinkah 5*0 menjadi tidak ada? (* adalah perkalian). Ide ini membuat orang frustrasi. Apakah nol ahli sulap?

Lebih parah lagi-tentu menambah bingung-mengapa 5+0=5 dan 5*0=5 juga? Memang demikian aturannya, karena nol dalam perkalian merupakan bilangan identitas yang sama dengan 1. Jadi 5*0=5*1. Tetapi, benar juga bahwa 5*0=0. Waw. Bagaimana dengan 5o=1, tetapi 50o=1 juga? Ya, sudahlah. Aturan lain tentang nol yang juga misterius adalah bahwa suatu bilangan jika dibagi nol tidak didefinisikan. Maksudnya, bilangan berapa pun yang tidak bisa dibagi dengan nol. Komputer yang canggih bagaimana pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Komputer memang diperintahkan berhenti berpikir jika bertemu sang divisor nol.

Bilangan nol: tunawisma

Bilangan disusun berdasarkan hierarki menurut satu garis lurus. Pada titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat? Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa?

Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh.

Jika di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas, ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.

Mudah, tetapi salah

Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A(6, 1), untuk x=6 dan y=1. Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu. Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y=0 diperoleh x=(25-0)/3=8 (dibulatkan), merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x=0 diperoleh y=(25-3.0)/7=4 (dibulatkan), merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.

Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x+7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x+7y=21.

Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y=0 diperoleh x=21/3=7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1). Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y=21/7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah, begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.

Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam persamaan 3x1+7x2=25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3x1+7x2 itu hanya berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3x1+7x2=21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ. Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita. Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.

Bergerak, tetapi diam

Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu yang tidak ada? Waw. Begitulah.

Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan yang kita pakai ternyata tidak sesederhana itu karena antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat... yakni 0,1 lalu ada 0,01, 0,001, ..., 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2?
Read More → Misteri Bilangan Nol

Tikus Hidup Kembali Setelah 16 Tahun Mati


Terobosan ilmu pengetahuan membawa hasil luar biasa!!! Para peneliti di Kobe Jepang berhasil menghidupkan kembali tikus mati yg telah dibekukan selama 16 tahun.

Mungkin tak pernah terpikirkan kalau makhluk hidup yang telah dibekukan 16 tahun, tapi Dr Teruhiko Wakayama dan koleganya di Pusat Pengembangan Biologi di Kobe, Japan, telah melakukannya. Apakah itu bisa diartikan manusia yg telah mati bisa hidup lagi? Sungguh mengerikan!!!

kloning_tikus_beku_2Terobosan ini membuka pemikiran untuk kemungkinan menghidupkan kembali binatang-binatang purba yg telah punah semacam, mammoth, dll. Atau membuat percobaan terhadap manusia es “Oetzi” yang telah dibekukan selama 5300 tahun.

Seperti yg diungkap dailymail, para ilmuwan berhasil mengklon tikus yang telah mati dan beku selama 16 tahun. Ini merupakan pertama kalinya terjadii di mana para ilmuwan sukses mengklon tikus beku.

Para peneliti Jepang menyatakan, hasil kerja mereka ini akan menguntungkan umat manusia dan bisa digunakan untuk menghidupkan kembali hewan-hewan yang sudah punah seperti mammoth.

Namun hasil penelitian ini mendapat tentangan keras. Para pengeritik mengatakan itu merupakan hal mengerikan bagi dunia, di mana orang-orang yang saudaranya yg meninggal akan membawanya ke cryopreservation, sambil berharap suatu saat akan dihidupkan kembali.. Atau orang2 yg akan mati meminta tubuhnya ditaruh di frezer dan berharap suatu saat diklon.

Ini seperti suatu penipuan. Seolah meyakinkan manusia bahwa mereka yg telah mati akan hidup kembali lengkap dengan kenangan yg dimilikinya. Padahal orang hasil klon akan berbeda, kecuali tampilannya.

Tapi hasil riset ilmuwan Jepang ini mendapat sambutan hangat dari sejawat mereka di Inggris.

Pakar biologi di Bart dan The London School of Medicine and Dentistry, Professor Malcolm Alison, mengatakan, Sungguh hasil luar biasa, menarik sekali,” katanya.

‘”16 tahun bukan waktu yang lama bagi sel untuk dibekukan. Malah IVF klinik sering memiliki sperma beku yang bisa diaktifkan kembali. Jadi tidak ada alasan mengapa binatang-bintang yg sudah punah seperti mammoths tidak dapat dihidupkan kembali”.

Hasil riset gemilang yang mencengangkan ini merupakan kerja Dr Teruhiko Wakayama dan koleganya di Pusat Pengembangan Biologi di Kobe, Japan.

Umumnya, sel yang dibekukan dirawat dengan bahan kimia yang disebut cryoprotectants guna mencegah kerusakan. tapi para peneliti Jepang tidak melakukan hal itu. Para peneliti justru mengklon tikus dari bagian tubuhnya yang lain, dan didapati sel otak adalah yang terbaik. Meski tingkat keberhasilannya rendah.

Dari 1100 percobaan, hanya tujuh yang berhasil hidup. Lebih dari 500 embrio mati setelah diiamplan ke dalam rahim.

Tapi Helen Wallace dari Genewatch, Inggris meragukan hal tersebut. menurutnya,. tingkat kegagalan kloning sangat tinggi karena perkembangan telur dan janin tidak normal.
(MataBumi.com)
Read More → Tikus Hidup Kembali Setelah 16 Tahun Mati

Era Tv Digital Indonesia Di Mulai





Pada 13 Agustus lalu TVRI melakukan soft launching siaran TV digital pertama kali di Indonesia. Tampaknya era TV analog akan benar-benar ditinggalkan.

Teknologi TV digital adalah sebuah teknologi yang diterapkan pada sinyal siaran televisi. Selama ini sinyal yang ditangkap televisi secara umum di dunia adalah sinyal analog. jadi yang dimaksud dengan TV digital bukanlah pesawat TV-nya yang digital, melainkan sinyal yang menghantarkan program atau siaran yang selama ini kita tonton di televisi, menjadi sinyal digital.

Migrasi dari sinyal analog ke sinyal digital telah dimulai beberapa tahun lalu di negar-negara maju. Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital telah dimulai sejak 2003 di Berlin dan 2005 di Muenchen. Sekarang hampir di seluruh kota besar di Jerman menyiarkan siaran TV digital. Di Amerika Serikat, siaran TV digital sampai perlu mandat dari kongres unutk memulai proyek ini pada tahun 2009. Jepang akan memulai siaran TV digital massal pada 2011.

Di berapa negara lain seperti Perancis dan Inggris bahkan sudah memulai menghentikan total siaran TV analog.

Keunggulan TV Digital

TV digital menggunakan tiga sistem standar, yaitu DTV (Digital Television) standarnya Amerika, DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial), standarnya Eropa dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial) standarnya Jepang. Indonesia tampaknya akan menggunakan DVB-T.

Dibanding sinyal analog, sinyal digital akan menghasilkan gambar yang lebih halus dan tajam. Mengurangi efek noise secara drastis, kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code), dan dapat mengurangi efek dopler akibat pergerakan di TV yang bergerak seperti TV di mobil, bus, kereta atau telepon selular.

Keunggulan lainnya, sinyal digital ini dapat menampung program atau siaran dalam satu kemasan, karena sifat sinyal digital yang less bandwith atau irit pemakaian bandwith. Selain itu, dalam pengoperasiannya, TV digital juga lebih sedikit memakan listrik ketimbang TV analog.

Dengan gambar yang halus dan tajam, suara yang jernih, serta ketahanannnya terhadap gerakan, TV digital akan membuat orang semakin nyaman menonton televisi.

Namun rupanya, migrasi besar-besaran TV analog ke TV digital ini membuat kita harus bersiap-siap membeli TV baru yang dapat menerima sinyal digital.

Tapi jangan kuatir, kita percaya saja pada hukum ekonomi. Jika siaran TV digital sudah disiarkan secara massal ditingkat nasional, tentu pabrikan televisi juga berlomba-lomba memproduksi TV digital dengan harga yang bersaing.


Read More → Era Tv Digital Indonesia Di Mulai

Kapal-Kapal Terbesar Di Dunia

1. Super Tanker Knock Nevis



Knock Nevis, or T.T. Jahre Viking adalah kapal terbesar yang pernah dibuat. Ini adalah super tanker dengan kelas ULCC (Ultra Large Crude Carrier), kapal ini berukuran panjang 485 meter (1503 feet), apabila kapal ini berdiri maka kapal ini akan lebih tinggi dari Petronas Twin Tower . Jahre Viking mempunyai kedalaman sarat muatan penuh 25 meter. Karena ukurannya yang besar ini, Jahre Viking tidak bisa melewati terusan Panama maupun terusan Suez bahkan Selat Inggris-pun tidak bisa dilewati. Cargo capacity (deadweight tonnage) dari Jahre Viking adalah 564,763 ton, Jahre Viking dapat mengangkut sekitar 650,000 m³ (4.1 juta barrel) minyak mentah (crude oil) sekali berlayar. Jahre Viking pada mulanya dibangun dengan displacement of 480,000 tons oleh Sumitomo Heavy Industries Yard di Jepang pada 1975 dengan nomor lambung 1016, yang kemudian diberi nama Seawise Giant.
Spoiler for pic:



2. Cargo Ship Emma Maersk



Salah satu Container Ship terbesar di dunia tentu saja dimiliki oleh perusahan pemilik Container Ship terbesar MAERSK-Group. Kapal ini diberi nama EMMA MAERSK, merupakan Container Ship terbesar yang sudah dioperasikan. Kapal ini mampu memuat hampir 11,000 TEU’s (Twenty feet Equivalent Unit), tidak kurang dari 1,400 container lebih banyak dari pada kemampuan muat kapal lain. Itu menurut batas stabilitas kapal sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan, dengan asumsi berat per container 14 ton. Tetapi pada dasarnya kapal ini didesain mampu memuat 14,500 TEU’s. Kapal ini dibuat oleh Odense Steel Shipyard Denmark pada 2006. Ada fakta yang menarik ketika kapal ini sedang dibangun, dimana terjadi kebakaran besar di dek akomodasi dan bridge deck yang menyebabkan banyak kerusakan. Tetapi semuanya dapat diperbaiki dengan cepat dan kapal diselesaikan tepat waktu. Kapal ini diberi nama EMMA MAERSK, yang merupakan nama dari istri Maersk Mc-Kinney pendiri MAERSK-Group.

Spoiler for pic:



3. Cruise Ship Queen Mary II



Kapal Pesiar termewah dan terbesar yang beroperasi untuk saat ini adalah Quenn Mary 2. Queen Mary 2 beroperasi dibawah bendera Cunard Line, yang merupakan pemilik kapal pesiar terbesar sebelumnya The Queen Mary. Queen Mary 2 ter-registrasi di Suthampton, United Kingdom. Pembangunan Queen Mary 2 menelan biaya sekitar 900 juta US dollars, itu merupakan salah satu kapal termahal yang pernah dibuat. Tetapi biaya pembangunan yang segitu besar sebanding dengan kemewahan yang ditawarkan, Queen Mary 2 adalah “The most luxurious pearl in the crown of cruise liners”. Eksterior dari Queen Mary 2 ditangani oleh arsitek handal Stephen Payne. Ukuran yang sangat besar menjadi halangan terbesar dalam menciptakan kenyamanan bagi penumpang. Sebagai contoh, chimney kapal harus di-desain agar gas buang yang dihasilkan mesin kapal tidak menimbulkan polusi di sekitar upper deck yang merupakan public area paling ramai di kapal itu.
Spoiler for pic:



4. Berge Stahl



Berge Stahl terdaftar di Stavanger, Norwegia. kapal ini sebelumnya terdaftar di Monrovia, Liberia. kapal ini dibangun pada tahun 1986 oleh Hyundai Heavy Industries. Kapal ini sekarang dimiliki perusahaan Singapura BW Group.
karena ukurannya yang sangat besar, Kapal ini hanya dapat merapat penuh di dua pelabuhan didunia yaitu, Terminal MarĂ­timo de Ponta da Madeira di Brazil dan Europoort dekat Rotterdam di Belanda.
Spoiler for pic:



5. Carrier, USS Enterprise



Dari sekian banyak armada perang US Navy, yang terbesar adalah kapal induk dari kelas Nimitz. Supercarrier kelas Nimitz ini dilengkapi dengan masing-masing 2 reaktor nuklir buatan Westinghouse yang menggerakkan 4 turbin uap yang terhubung dengan 4 poros propeller. Mesin turbinnya menghasilkan 260,000 tenaga kuda yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30+ knots. Dengan reaktor nuklir ini artinya kapal ini tidak perlu “ngisi Pertamax” selama 20 tahun. Dengan sistem logistik yang dimiliki oleh US Navy memungkinkan kapal ini untuk berlayar mengelilingi dunia non stop tanpa perlu berhenti dan bersandar di pelabuhan untuk mengisi ulang logistik. Dengan ukuran panjang 340 meter, beam 78 meter dan draft 12 meter, Nimitz-class supercarrier mempunyai displacement 101,196 ton. Total kru onboard adalah 5,700 orang, terdiri dari 3,200 pelaut dan 2,500 wing udara. Total pesawat yang dapat dibawa adalah 85 unit yang merupakan kombinasi dari F-18E/F Super Hornet, EA-6B Prowler, E-2 Hawkeye, C-2 Greyhound, SH/HH-60 Seahawkdan S-3 Viking.
Spoiler for pic:
Read More → Kapal-Kapal Terbesar Di Dunia

10 Ilmuwan Paling Gila,Nyentrik,dan Penuh Kontroversi

Mereka dikenal karena otaknya genius, temuannya yang berpengaruh pada dunia. Selain itu mereka juga populer karena nyentrik, agak gila, dan penuh kontroversi. Siapa sajakah mereka? Berikut 10 ilmuwan paling gila menurut LiveScience.com

1. Albert Einstein
Parodi kartun dan komik tentang Einstein banyak dibuat hingga masa kini. Mulai dari rambutnya yang amburadul atau ekspresi wajahnya yang dibuat “melet” atau teorinya sekalipun. Tak bisa dibantah penemu teori relativitas ini sudah jadi selebriti dunia sains. Namanya bahkan identik dengan kata genius dan gila itu sendiri.

2. Leonardo da Vinci
Menyusul popularitas Einstein adalah Leonardo da Vinci. Novel Da Vinci Code, tokoh komik, isu bahwa ia gay adalah bukti bahwa seniman dan ilmuwan Italia ini memang sangat terkenal. Ia juga diketahui sangat nyentrik. Peninggalannya berupa tumpukan buku sketsa, aneka aplikasi teknologi, mesin, tetap abadi sepanjang masa.

3. Nikola Tesla
Kalau yang ini, namanya sempat dikenal sebagai sebuah kelompok musik rock. Sebenarnya sesuai, sebab penemu radio nirkabel dan generator AC inilah yang memulai era elektrik di akhir abad ke-19 dan awal abad 20. Tesla dianggap gila sebab berani mendemonstrasikan bagaimana ia memakai tubuhnya sebagai konduktor listrik.

4. James Lovelock
Dikenal sebagai ilmuwan berwawasan lingkungan dan penemu hipotesa Gaia. Konsep perubahan iklim yang kini diributkan banyak orang sudah diusungnya sejak beberapa dekade silam. Lelaki kelahiran 1919 ini pernah memprediksikan bahwa tahun 2100 akan terjadi kematian massal terhadap 80 persen umat manusia. Wow! Akan terbukti jugakah?

5. Jack Parsons
Jack Parsons dikenal sebagai salah satu pendiri Jet Propulsion Laboratory. Tapi sesungguhnya ia juga sibuk berlatih sulap dan menyebut dirinya Antikris. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal tapi mampu mengembangkan bahan bakar roket dan sukses mengantarkan Amerika Serikat ke angkasa pada Perang Dunia II. Tragisnya, Parsons menembak dirinya sendiri sampai mati di laboratoriumnya tahun 1952.

6. Richard Feynman
Ia adalah bagian dari tim genius pengembang bom atom. Feynman menjadi salah satu ilmuwan terpenting di akhir abad ke-20. Selain dikenal sebagai profesor, ia juga suka mengeksplorasi musik, alam dan mempelajari hiroglif suku Maya.

7. Freeman Dyson
Tahun 1960, Dyson menelurkan ide bahwa di masa depan manusia harus mendesain cangkang buatan yang dinamakan Dyson Sphere. Cangkang ini akan mengelilingi sistem tata surya dan menggunakan energi matahari secara maksimum. Saat itu ia dianggap sebagai pemimpi fiksi ilmiah. Ia juga yakin adanya kehidupan di planet lain. Menurutnya manusia akan berinteraksi dengan mahluk angkasa luar dalam beberapa dekade mendatang.

8. Robert Oppenheimer
Dijuluki sebagai bapak bom atom, lelaki kelahiran 1904 ini juga memiliki pandangan politik sosialis. Ia punya ketertarikan khusus pada kultur Hindu dan bahasa Sansekerta dan Belanda. Oppie, begitu pangilan akrabnya, senang mengutip kitab Bhagavad Gita.

9. Wernher von Braun
Di usia 12 tahun, Braun meledakkan gudang mainannya dengan kembang api. Dari situlah muncul ide mengembangkan roket. Akhirnya ia ditunjuk sebagai pempimpin program roket oleh Hitler. Ternyata ia juga meminati eksplorasi bulan dan antariksa. Di sela waktu luangnya Braun juga senang membaca filsafat dan sesekali bermain scuba diving.

10. Johann Konrad Dippel
Lahir dan besar di kastil Frankenstein, Jerman, Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh karakter yangs esuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.

sumber:
Read More → 10 Ilmuwan Paling Gila,Nyentrik,dan Penuh Kontroversi

Robot Yang Dapat mendeteksi Musuh Tanpa Terlihat dan dapat pula membedakan Objek tersebut Sipil atau Militer


Penemu Dr. SUBCHAN.

Dr Subchan adalah seorang peneliti asal Indonesia, berhasil meraih prestasi bergengsi di Inggris. Hal ini terjadi pas pada saat Indonesia merayakan Hari kemerdekaannya. Dan ini bisa menjadi kado luar biasa buat negeri tercinta ini.


SIAPA sangka dari Swindon, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar dua jam berkendara dari London, seorang anak bangsa, Dr Subchan, kini menjadi pembicaran di Inggris. Peneliti di Cranfield University, Shrivenham Campus di Oxfordshire, Inggris, bersama timnya dinyatakan sebagai pemenang Minister of Defense (MoD) Grand Challenge.

MoD Grand Challenge adalah lomba bergengsi untuk mencari teknologi terapan di dunia militer yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Subchan, pria yang lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur, itu bersama Team Stellar mengembangkan Saturn (Sensing and Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network).

Saturn adalah semacam robot yang berfungsi mendeteksi ancaman musuh. Bukan sembarang robot. Ini adalah robot terpadu yang memiliki tiga komponen, baik di darat maupun udara, yang bisa mengidentifikasi kekuatan dan posisi musuh di medan pertempuran.

Tim Stellar adalah gabungan antara Cranfield University, Stellar Service Ltd, Blue Bear System Ltd, SELEX Sensors, dan Airborne System Ltd, TRW Conekt, dan Marshall Specialist Vehicles.

''Robot ini bisa menggantikan manusia untuk mengintai kekuatan dan posisi musuh, tanpa berisiko terlihat atau diketahui lawan,'' jelas Subchan yang lulusan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) jurusan matematika 1994 itu kepada Jawa Pos kemarin.

Karena berbagai kelebihan itu, Subchan dan Team Stellar dinyatakan unggul dibandingkan peserta lomba yang lain. Andy Wallace, perwira militer dari Departemen Pertahanan Inggris, mengakui ingin mendapatkan produk teknologi yang membuat misi prajurit di medan tempur semakin aman. ''Kami ingin tentara yang bertugas di lapangan makin aman dan keselamatan mereka terlindungi,'' kata Wallace kepada stasiun televisi BBC.



Dalam konteks perang modern, lanjut Wallace, produk teknologi seperti yang dikembangkan Subcham dan timnya memang sangat relevan. Medan yang asing dan sulit, membutuhkan piranti yang bisa sangat membantu prajurit tempur.

Robot yang dikembangkan Team Stellar ini terdiri atas dua pesawat kecil dan satu kendaraan darat. Semuanya tanpa awak. Wahana ini dilengkapi dengan sensor radar, panas, dan visual. Untuk menyelaraskan kerja ketiga robot ini, sekaligus menganalisis hasil yang didapat, dibuat semacam pusat mengendali terpadu.

Kepada Jawa Pos Subchan memaparkan, tiga komponen robot yang dikembangkan Team Stellar itu punya fungsi sendiri-sendiri yang saling menunjang. Pertama, pesawat tanpa awak yang terbang tinggi. Alat ini berfungsi memetakan wilayah dan mengetahui medan. Pesawat ini bisa mendeteksi kendaraan militer; tank, bahkan sniper (penembak jitu) lawan.

Namun, untuk bom pesawat, alat ini tidak bisa mendeteksi secara akurat. Itulah sebabnya dibuat robot kedua dan ketiga berupa pesawat tanpa awak yang terbang rendah dan satu robot darat (ground vehicle). Kedua robot terakhir ini lebih berfungsi untuk mengecek atau melakukan verifikasi terhadap temuan pesawat pertama yang terbang tinggi .

Subchan, yang menempuh master bidang applied matematics (S2) di Delft University of Technology di Belanda pada 1998-2000 ini terlibat di bagian desain dan pengembangaan kendaraan udara dan darat tanpa awak. ''Ini memang pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan otak,'' kata pria kelahiran Jombang Mei 1971 itu.



Dia menceritakan, proyek robot militer ini dimulai sekitar pertengahan 2007. Selama kurang lebih setahun, Team Stellar yang menggabungkan beberapa perusahaan pertahanan dan Cranfield University itu mengembangkan dan menguji coba Saturn di lapangan. Uji coba dilakukan di beberapa tempat di Inggris.

"Proyek ini membuat saya sering ke lapangan dan menghabiskan waktu di alam terbuka. Kadang selama berhari-hari menyempurnakan Saturn,'' kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Abdul Muin dan Djamilah ini.

Dalam enam bulan terakhir, hampir tiap minggu Subchan dan timnya ke lapangan menguji Saturn. Waktu yang terbatas memang menjadi salah satu kendala pengembangan Saturn. Bahkan, sampai babak final pun, masih ada beberapa masalah yang mengganjal.

''Pada proofing event (pembuktian produk) yang berlangsung selama lima hari, kami sempat khawatir karena sampai hari ketiga komunikasi antara stasiun pengendali di darat dan robot kendaraan tidak begitu bagus,'' bpak lima orang anak itu. Untunglah pada hari keempat, persoalan bisa diatasi.

Menurutnya, salah satu tantangan yang harus dilakukan setiap tim adalah dalam waktu satu jam harus mendemonstasikan hasil temuannya di Village of Copehill Down, di Salisbury Plain, Wiltshire, Inggris. Yakni, sebuah perkampungan yang khusus dibuat untuk latihan militer. Kondisi perkampungan itu dibuat sedemikian rupa mirip dengan medan peperangan, lengkap dengan snipers, bom, tank, peluncur roket, hingga aktor yang berperan sebagai tentara lawan dan penduduk sipil.



Dalam tantangan seperti itu, robot peserta MoD Grand Challenge harus bisa membedakan mana yang ancaman dan mana warga sipil biasa.

''Saya sangat bersyukur bisa menang,'' kata suami Ima Imadatul yang pernah empat tahun bekerja di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebelum menjadi dosen ITS.

Subchan layak berbangga karena dari 11 tim yang mengikuti lomba ini hanya enam yang masuk babak final. Dan dari enam ini, Team Stellar menang dan berhak atas penghargaan begengsi RJ Mitchell Trophy. Tropi yang mengambil nama perancang pesawat Spitfire Fighter, pesawat tempur legendaris pada pertempuran Battle of Britain.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan dan berencana menjadi peneliti militer. Tapi kuliah S3 di Cranfield University membuatnya menekuni penelitian dan pengembangan teknologi militer. Ia pernah meneliti 'awan yang tercemar nuklir'. Bila semisal ada kebocoran di reaktor nuklir, Subchan membantu menentukan luas wilayah yang tercemar bahan berbahaya. Dari sini bisa ditentunkan warga di wilayah mana yang harus diungsikan karena kebocoran nuklir tersebut.

''Inilah yang membuat saya senang dan menikmati bidang saya. Ada hasil nyata yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia,'' kata Subchan yang juga sering menjadi pembicara pada forum pengajian di Swindon dan London.

Untuk masa depan Saturn yang ia kembangkan bersama Team Stellar, ia belum tahu persis kapan selesai dan dipakai oleh kalangan militer. Yang jelas, teknologi yang dipakai sangat kompleks dan membutuhkan dana yang besar. ''Kalau dananya tersedia mungkin Saturn bisa hadir lebih cepat,'' katanya. (el)
Oleh pemerintah Inggris berminat akan mengembangkan penemuan ini.. (waduh trus kita kebagian apa dong gan? )

Gambar Dr. Subchan dengan salah satu Robot ciptaannya...


Yang menarik dari Dr. Subchan ini adalah selain sebagai seorag Ilmuwan. Ternyata beliau pun seorang politikus. Hal ini terbukti dari beberapa forum politik dimana beliau sempat angkat bicara. Iya memang, Dr. Subchan adalah kader Partai Keadilan Sejahtera. Dia banyak menjelaskan ke media-media mengenai sepak terjang Partainya tersebut.

dikutip dari : Kaskus.us
Read More → Robot Yang Dapat mendeteksi Musuh Tanpa Terlihat dan dapat pula membedakan Objek tersebut Sipil atau Militer

Teknologi Baterai Berbahan Bakar Udara


Diagram sel STAIR (St Andrews Air). Oksigen diambil dari udara bereaksi di dalam karbon berpori kemudian listrik dihasilkan di dalam baterai lithium-udara ini.

Sekarang disain penyimpanan energi berbahan bakar udara baru dengan kapasitas penyimpanan energi sepuluh kali lebih lama sudah tersedia.

Arah baru di bidang ini dapat membuka jalan untuk generasi baru mobil listrik, ponsel dan laptop.

Penelitian yang dibiayai oleh Dewan Riset Teknik dan Ilmu Fisika (EPSRC) ini dipimpin oleh peneliti dari Universitas St. Andrews bekerja sama dengan Strathclydedan Newcastle.

Desain baru ini berpotensi meningkatkan kinerja produk elektronik portabel dan memberikan dorongan bagi industri energi yang dapat diperbarui. Baterai ini akan memungkinkan output listrik dari sumber-sumber seperti angin atau surya, yang akan berhenti menghasilkan energi ketika cuaca berganti atau saat malam hari tiba.

Kapasitas ini adalah berkat penambahan bagian yang memakai oksigen yang diserap dari udara ketika proses discharge, menggantikan satu kimiawi yang dipakai pada sistem baterai saat ini. Dengan tidak perlu membawa kimia dalam baterai akan memberikan peningkatan energi pada baterai dengan ukuran yang sama. Sejak dahulu produsen mobil listrik berusaha untuk mengurangi ukuran dan berat baterai dengan kapasitas isi yang diperlukan.

Sel STAIR (St. Andrews Air) seharusnya lebih murah daripada baterai rechargeable saat ini. Komponen baru tersebut terbuat dari karbon berpori, yang jauh lebih murah daripada lithium oksida kobalt pada baterai biasa.

Proyek penelitian empat tahun ini, yang telah mencapai separuh jalan pada Juli nanti menghasilkan penemuan di universitas bahwa interaksi komponen karbon dengan udara bisa berulang, menciptakan sikluscharge dan discharge. Hasil ini telah melipat-tigakan kapasitas penyimpanan pada sel STAIR.

Kepada proyek, Profesor Peter Bruce dari Departemen Ilmu Kimia di Universitas St Andrews mengatakan, "Sasaran kami adalah meningkatkan kapasitas penyimpanan lima hingga sepuluh kali lipat, yang mana melampaui batasan kemampuan baterai saat ini. Hasil kami sejauh ini sangat baik dan sudah jauh melampaui harapan kami."

"Kuncinya adalah menggunakan oksigen di udara sebagai perantara, daripada membawa bahan kimia yang diperlukan masuk ke dalam baterai," kata Bruce.

Oksigen yang ditarik dari permukaan baterai yang terekspos dengan udara, bereaksi di dalam pori karbon untuk membuang sisa baterai. "proses ini bukan hanya gratis, tapi komponen karbon juga jauh lebih murah daripada teknologi saat ini," kata Bruce. Dia memperkirakan sel STAIR akan tersedia di pasaran setidaknya lima tahun lagi.

Proyek ini difokuskan untuk memahami lebih mendalam tentang bagaimana reaksi kimia pada beterai bekerja dan menyelidiki cara untuk meningkatkannya. Tim penelitian juga berusaha untuk menghasilkan sel protipe STAIR yang cocok untuk aplikasi kecil, seperti ponsel atau MP3 player.
Read More → Teknologi Baterai Berbahan Bakar Udara
 
Add to Technorati Favorites Science Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Personal My Zimbio

eXTReMe Tracker